Perusahaan Jasa Ahli Sumur Bor Artesis Resapan Hisap Banjir Biopori Submersible Water Treatment Untuk Pabrik Hotel Rumah Apartemen Biaya Murah.

Syarat Pembuatan Sumur Resapan Air

Syarat Pembuatan Sumur Resapan Air


Sumur Bor Indonesia (dot) com | Sumur resapan air adalah sumur yang dibuat untuk membantu peresapan air permukaan tanah ke dalam tanah. Sumur resapan air dibuat dengan tujuan menghindari banjir dan meresapkan air untuk cadangan di musim kemarau. Bentuknya cukup sederhana dan tidak sedalam sumur sumber air minum. Meskipun sederhana, pembuatan sumur resapan air perlu memperhatikan syarat pembuatannya.


Data teknis sumur resapan air
Menurut Ditjen Cipta karya Departemen Pekerjaaan Umum, terdapat data teknis yang perlu diperhatikan dalam membuat sumur resapan air, yaitu sebagai berikut:
  1. Ukuran diameter maksimum 1,4 meter.
  2. Ukuran diameter pipa masuk 110 mm.
  3. Ukuran diameter pipa pelimpah diameter 110 mm.
  4. Rongga sumur resapan air diisi dengan batu kosong setebal 40 cm.
  5. Dinding dibuat dari pasangan bata atau batako yang direkatkan dengan adukan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1 semen: 4 pasir, tanpa plester.
  6. Penutup sumur resapan air dibuat dari plat beton dengan ketebalan 10 cm yang dibuat dari campuran semen, pasir, dan kerikil dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.
  7. Kedalaman sumur resapan air antara 1,5 sampai dengan 3 meter.
Syarat pembuatan sumur resapan air.

Pembuatan sumur resapan air telah diatur dalam SNI NO: 03-2453-2002, tentang tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan. Standar ini termasuk di dalamnya cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan termasuk persayaratan umum dan teknis mengenai batas muka air tanah (MAT), nilai permeabilitas tanah, jarak terhadap bangunan, serta perhitungan dan penentuan sumur resapan air hujan.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi dalam pembuatan sumur resapan air di antaranya sebagai berikut.
  • Sumur resapan air hujan di tempatkan pada lahan yang  datar.
  • Air yang masuk dalam sumur resapan adalah air hujan yang tidak tercemar.
  • Penetapan sumur resapan air hujan harus mempertimbangkan keamanan bangunan di sekitarnya.
  • Pembangunan sumur resapan air hujan harus  memperhatikan peraturan daerah setempat.
  • Hal-hal yang tidak memenuhi ketentuan ini harus disetujui dengan lintansan yang berwenang.

Persyaratan sumur resapan air yang bersifat teknis dan harus dipenuhi antara lain sebagai berikut.

Jarak penempatan sumur resapan air hujan dengan bangunan sekitar seperti sumur air bersih yaitu 3 meter. Jarak sumur resapan air dengan tangki septic tank 5 meter. Sementara jarak sumur resapan air dari pondasi bangunan sekitar 1 meter.

Spesifikasi sumur resapan air meliputi penutup sumur, dinding sumur bagian atas dan bawah, pengisi sumur, dan saluran air hujan. Untuk penutup sumur dapat digunakan plat beton bertulang setebal 10 cm dari satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil. Selain itu, penutup sumur resapan air juga bisa dibuat dari plat beton tidak bertulang setebal 10 cm dengan campuran perbandingan yang sama, berbentuk cubung, dan tidak diberi beban di atasnya.

Dinding sumur resapan air bagian atas dan bawah bisa menggunakan beton. Dinding sumur bagian atas juga dapat menggunakan batu bata merah atau batako, lalu direkatkan dengan campuran satu bagian semen dan empat bagian pasir. Selanjutnya diplester dan di-aci dengan semen.
Pengisi dasar sumur resapan air bisa menggunakan pecahan batu berukuran 10—20 cm, pecahan bata merah ukuran 5—10 meter, ijuk, serta arang. Pecahan batu tersebut disusun berongga. Untuk saluran air hujan dapat digunakan pipa PVC berdiameter 110 mm, pipa beton berdiameter 200 mm, dan pipa setengah lingkaran berdiameter 200 mm.

Selain itu, persyaratan teknis sumur resapan air lainnya yaitu kedalaman air tanah minimal 1,5 meter pada musim hujan. Sementara struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah lebih besar atau sama dengan 2,0 cm/ jam dengan tiga klasifikasi. Pertama, permebilitas tanah sedang antara 2-3,6 cm/jam. Kedua, permeabilitas tanah agak cepat, yaitu 3,6- 36 cm/jam. Ketiga permeabilitas tanah cepat, yaitu lebih besar dari 36 cm/jam.

Adapun persyarataan umum berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang tata cara perencanaan sumur resapan air hujan lahan pekarangan yaitu sumur resapan air harus berada pada lahan yang datar serta tidak berlereng curam atau stabil. Selain itu, sumur resapan air juga dijauhkan dari tempat penimbunan sampah septic tank dan berjarak minimal 1 meter dari pondasi bangunan. Dilihat dari bentuknya, sumur resapan air boleh dibuat bundar atau persegi empat. Tergantung selera sang pemilik. Penggalian sumur resapan air bisa sampai tanah berpasir atau maksimal 2 meter di bawah permukaan air tanah. Dengan demikian, sumur resapan air hujan yang turun di areal rumah tidak terbuang percuma ke selokan, lalu mengalir ke sungai. Air hujan yang jatuh di atap rumah sekali pun dapat dialairkan ke sumur resapan air melalui talang rumah.

Terakhir, sumur resapan air dibuat oleh tukang pembuat sumur gali yang berpengalaman di bidangnya.
Nah, demikianlah artikel Syarat Pembuatan Sumur Resapan. Semoga bisa memberikan gambaran cara membuat sumur resapan air yang direkomendasikan. Dengan begitu sumur resapan air yang dibuat bisa meresapkan air sehingga mencegah banjir dan menjadi cadangan air saat kemarau datang. Ingin mendapatkan sumber air yang bersih? Hubungi segera bor-indonesia, ahli sumur Bor Indonesia

021 79182404
082817052679
Fax 021 79182408



1 Komentar untuk "Syarat Pembuatan Sumur Resapan Air"

Menarik pembuatan sumur resapan ini, terimakasih ilmunya.

Terima kasih telah berkomentar, kami segera reply pesan anda !

Artikel Terpopuler

Back To Top